Tampilkan postingan dengan label Syair-Poem-De el el. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syair-Poem-De el el. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Juli 2012

Viva La Vida! (2/2)


I used to rule the world
Seas would rise when I gave the word
Now in the morning I sleep alone
Sweep the streets I used to own

Pada paragraf pertama ini, hal yang dibahas adalah kondisi perubahan yang begitu drastis dari penguasa. Coldplay menggunakan kata ganti “aku” dalam menggambarkan penguasa tersebut. Baris pertama dan kedua menggambarkan bahwa “aku” dahulu berkuasa atas dunia. Kekuasaan yang hebat ini juga tergambar ketika “aku” bertitah, lautpun bisa meluap. Namun, kondisi berubah sedemikian drastisnya. Dahulu berbeda dengan sekarang. Sekarang, “aku” tidur sendiri di pagi hari, tanpa siapapun (karena biasanya penguasa dikawal dimanapun dia berada). Tidak hanya itu, “aku” sekarang juga menjadi tukang sapu jalanan, yang semula jalanan itu adalah milik-“ku”. Inilah penggambaran jelas dari pergantian kekuasaan. Penguasa yang tadinya berkuasa, kini lemah tak berdaya, bahkan hampir mendekati hina.

Viva La Vida! (1/2)


Banyak orang di dunia mengenal Coldplay. Tidak terkecuali orang Indonesia sendiri. Ya, Coldplay adalah nama sebuah band asal UK yang memainkan lagu-lagu ber-genre pop-rock. Saya tidak akan membahas mengenai band ini lebih jauh. Namun, yang akan saya bahas dalam tulisan ini adalah sebuah lagu yang cukup terkenal di dunia dan sempat menghiasi belantika musik internasional kira-kira empat tahun yang lalu (2008). Judul lagu ini adalah Viva La Vida.

Viva La Vida berasal dari bahasa Spanyol, yang dalam bahasa Inggris berarti Long Live Life. Dalam Bahasa Indonesia artinya kurang lebih adalah hidup yang sangat panjang. Mungkin lebih dekat kepada arti “abadi”. Sepintas, lagu ini menceritakan mengenai pergantian kekuasaan. Kekuasaan dari old king ke long live the king.

Minggu, 26 Juni 2011

yang bisa kami lakukan


yang bisa kami lakukan hanya berharap
karena amanah ini masih diberikan kepada kami
umat terbaik adalah impian kami
menjadi yang terbaik untuk umat juga ingin kami

yang bisa kami lakukan adalah saling percaya
karena dengan percaya kami bisa tenang
tenang menjalankan amanah ini
berbuat terbaik untuk umat ini

yang bisa kami lakukan adalah bersiap
bersiap jika harap kami terwujud
juga siap jika harap kami tidak terwujud
namun, biar bagaimanapun kami tetap ingin harapan kami terwujud

yang bisa kami lakukan adalah sabar
sabar dalam mewujudkan harapan ini
sabar dalam menerima cobaan yang ada
sabar dalam menunggu waktu itu

waktu dimana harapan kami terwujud

dan yang bisa kami lakukan adalah mengharao
mengharap hanya kepada-Nya
mengharap akan ridha-Nya
mengharap akan berkah-Nya

Sabtu, 19 Maret 2011

Sicher...

Sicher...

Kini, kehidupan mulai memasuki babak baru

Ketika hujan datang tidak menentu

Ketika matahari tidak lagi ditemui sepanjang hari

Ketika bintang tak lagi menemani malam yang sunyi

Saat semua pergi

Yang ada hanya tinggal asa

Sampai kita benar-benar punya sayap

Atau teknologi telah maju sedemikian pesatnya

Atau kita bisa mengabaikan gaya gravitasi dan bebas pergi

Ketika itu, meskipun jauh

Matahari akan ku gapai

Bintang akan ku kejar

Hujan akan ku bawa kembali ke bumi

Membasahi setiap hati yang kering

Menghidupkan jiwa-jiwa yang mulai hampa

Namun,

Kapankah kita punya sayap?

Kapan pula teknologi maju sedemikian pesatnya?

Juga kapan gravitasi nol?

Yang ada, hanya pertolongan Allah

Dan itu dekat

Kamis, 30 September 2010

Pilihan...

Pilihan…

 

Aku berbicara tentang pagi

Kala sinar mentari menyelinap dengan ramah

Saat kicauan burung menyapa dengan merdu

Ketika hawa sejuk menebar ketenangannya

 

Kini aku merindu siang hari

Saat ia memberi segenap energi

Sesekali memacu emosi

Agar jantung berdegup semakin tinggi

 

Sore tetap ku nanti

Langitnya teduh

Tidak gelap

Tidak pula terang

 

Dan malam akan ada di hati

Dihias bintang beriringan

Beberapa acak tak beraturan

Namun tetaplah ia berkilauan

 

Kini diri mulai bimbang

Mentari, matahari, atau bintang

Walau semua sama

Namun terasa berbeda

 

Dan memilih itu suatu kewajiban

Sekarang atau nanti

Dahului ia dengan keyakinan

Genapkan ia dengan azzam

Matangkan ia dengan pasrah

Semoga Allah memberi berkah

 

 

Selasa, 14 September 2010

Rumit

Hidup,

Mengapa perlu ada kerumitan?

Aku tidak mengerti

Terkadang jatuh pada hal yang sepele

Namun selalu saja rumit

Tahukah kita,

Ungkapan-ungkapan bijak itu benar adanya

Dekatkan diri pada Pencipta

Dan kita akan sadar bahwa kita lemah

Bodohnya,

Kita terlambat menyadari

Bahwa kita mengira hal ini biasa

Sehingga, terkadang hal sepele ini menyita

Rumit,

Kenapa selalu rumit

Karena fitnah telah merajalela

Sudah sampai ke pakaian-pakaian kita

Menghunjam jauh ke benak kita

Bahkan menari-nari dalam nurani kita

Dan kita kalah!

Selasa, 13 Juli 2010

Benturan Dengan Kenyataan

Kau boleh saja bernyanyi

Tetapi bernyanyilah untuk kebahagiaan

Jangan karena kesenangan

 

Kau boleh saja menari

Tetapi menarilah untuk memberi

Bukan kepuasan diri

 

Lakukan apa yang ada di hatimu

Jangan dengarkan perutmu

 

Dan biarkan riak-riak itu terjadi

Lalui dengan tegar hati

Bukan karena mereka tidak menyukai

Hanya saja mereka tidak mengerti

 

Membuat mereka mengerti jauh lebih mulia

Pakai hatimu untuk membuka

Pakai pikiranmu untuk terbuka

Dan gunakan telingamu untuk peka

 

Tidaklah Dia memberimu cobaan

Melainkan engkau sedang diperhatikan

Artinya engkau tidak diacuhkan

Dekati Ia selagi terbuka jalan

 

Namun jangan sesekali engkau menyalahkan

Ketika impian tidak sesuai harapan

Benturan dengan kenyataan

Adalah tanda engkau diperhatikan

Juga disadarkan lewat pembelajaran

 

 

 

Minggu, 11 Juli 2010

Berbicara Tentang Indonesia

Berbicara Tentang Indonesia

 

 

Berbicara tentang Indonesia

Kau akan menemukan hamparan laut yang biru

Biru di permukaan, warna-warni di dalam

 

Berbicara tentang Indonesia

Kau akan menemukan hijaunya sebuah negeri

Hijau yang meneduhkan, juga menenangkan

 

Berbicara tentang Indonesia

Kau akan menemukan warna rakyatnya

Warna sebuah harmoni, simfoni, dan spektrum mengagumkan

 

Berbicara tentang Indonesia

Tiada habis pembicaraannya

Begitu pula berbuat untuk menyehatkannya

 

Berbicara tentang Indonesia

Kau akan belajar mengenai tanah air

Namun tidak untuk ibu pertiwi

 

Berbicara tentang Indonesia

Kau mungkin akan terjebak dalam nostalgia

Juga akan terbelalak dalam realitas

 

Berbicara tentang Indonesia

Hanya butuh waktu

Untuk menjadikannya bahan pembicaraan dunia

 

Berbicara tentang Indonesia

Tiada habis pembicaraannya

Begitu pula berbuat untuk membangkitkannya

 

Selasa, 06 Juli 2010

Keinginan dan Kepastian

Keinginan dan Kepastian

 

Mungkin esok, ketika mentari kembali menyapa.

Senyumnya hadir membawa ceria.

 

Jika benar.

Mentari akan muncul dari peraduannya.

 

Jika sudah jatuh kepastian.

Air akan kembali bertemu lautnya.

 

Mentari tetaplah pada jauhnya dari sini.

Air tidak tahu lewat mana ia akan menuju.

Tapi ia tahu, laut tujuannya.

 

Tegarlah ia, karena tahu tujuannya.

Sinar mentaripun lurus tak berbelok.

 

Dan aku ingin aku dan kau seperti itu.

 

 

Minggu, 23 Mei 2010

Aku Tahu Hujan Ini...

Aku Tahu Hujan Ini…

 

Aku tahu hujan ini selalu dinanti

Karena ia diturunkan untuk menemani

Dan untuk menghidupi

Karena ia adalah anugerah

 

Aku tahu kehadirannya terkadang mengganggu

Namun itulah ujiannya

Walaupun mengganggu

Namun ia tetap dinanti

 

Aku tahu ia juga ciptaan-Nya

Sama seperti aku

Dan aku tahu ia akan selalu patuh

Tidak seperti aku

 

Hujan itu indah

Ketika pagi membawa kesejukan

Ketika siang membawa keteduhan

Ketika sore membawa pelangi

Dan ketika malam menghilangkan rasa sepi

 

Aku ingin kau tahu

Bahwa aku senang jika hujan datang

Bahwa aku selalu tersenyum jika ia menghampiri

 

Tapi hujan adalah hujan

Yang ia hanya sebentar

Pasti ada saatnya ia pergi

Dan pasti ada saatnya ia kembali

Kecuali, jika aku telah mati

image from http://myryani.files.wordpress.com/2009/01/hujan.jpg

Senin, 19 April 2010

DAN SEMUA TENTANG KECINTAAN

DAN SEMUA TENTANG KECINTAAN

 

Ketika peluit ditiupkan dengan kuatnya,

Dan ketika semboyan telah tegak terangkat mengudara,

Lalu hijau menggantikan merah…

 

Maka perjalanan sudah akan dilakukan,

Dengan doa,

Dengan harap,

Dengan cemas,

Meninggalkan suatu peraduan, untuk segera menyambut peraduan lainnya…

 

Di luar sana, keluarga melambaikan tangan,

Tanda perpisahan, perpisahan yang harus dilakukan,

Demi pertemuan kembali, di suatu waktu,

Waktu yang belum diketahui…

 

Dengan sedikit menghela, penggerak itu gagah menghadapi medan,

Dengan hanya ingin keselamatan, dan kenyamanan…

 

Dan ketika orang-orang di sana tidak mengerti,

Mereka hanya melihat saat ini, dan apa saja yang terlihat,

Tanpa memandang hal yang tak tampak,

Dan mungkin adil itu memang sulit,

Namun adil itu cinta…

 

Ada sesuatu yang hilang, dan itu menyesakkan,

Walaupun sebagian lain tidak merasakan,

Tapi setidaknya mereka tahu,

Karena cinta itu menuntut keadilan…

 

Yang terpenting, pelajaran ini sangat berarti,

Pelajaran tentang cinta dan keadilan,

Dan jangan sampai ada yang tersakiti lagi,

Dikemudian hari,

Karena cinta menuntut keadilan, bukan keberpihakan…

 

Selamat jalan,

Kami akan selalu merindukanmu,

Saat kami berdiri,

Saat kami menunggu,

Dan saat cinta itu mulai bersemi…

 

 

Photo by Ricki

Sabtu, 13 Maret 2010

SALAH?

SALAH?

 

Bandung,

Gunung melindungi

Kembang dan pepohonan mengisi

Sejuk menyelimuti

Dan keramahan senyum selalu menghiasi

Tetapi itu dahulu

 

Bandung,

Burung-burung berkicau menyambut mentari

Semilir angin gunung bersahutan di siang hari

Gemercik air mengalir menenangkan hati

Dan suara yang selalu mengiringi malam hingga subuh hari

Nyatanya, itu kemarin

 

Kupikir,

Cikapundung akan selalu menjadi sungai yang memberi inspirasi

Citarum akan terjaga kejernihannya

Kaki Tangkuban Perahu selalu membagi kesejukannya

Malabar di sana akan menjadi pengingat jika kita melihat

 

Salah ternyata !

Mungkin apa yang kupikir salah

Mungkinkah yang kupikir salah

 

Atau

Kita yang salah?

 

Atau

Mereka yang salah?

 

Ternyata 200 tahun ini

Adalah sebuah kesalahan

 

Tapi, siapa yang salah? Pikiranku, kita, atau mereka?

 

 

 

Bandung Raya

Senin, 05 Mei 2008

Arti Cinta (by Snada)

Ingin ku katakan arti cinta kepadamu dinda…

Agar kau mengerti arti sesungguhnya…

Tak akan terlena dan terbawa harumnya bunga asmara…

Yang akan membuat dirimu sengsara...

 

Cinta suci luar biasa

Fitrah bagi manusia

Kasih saying dari Sang Pencipta

 

Di dalam diri setiap manusia penuh dengan rasa cinta…

Kepada harta, tahta, dan manusia…

Tak akan terlena dan terbawa harumnya bunga asmara…

Yang akan membuat dirimu sengsara...

 

Cinta suci luar biasa

Fitrah bagi manusia

Kasih saying dari Sang Pencipta

 

Jangan kau berpaling dari cinta…

Cinta dari Yang Maha Pencipta...

Kau pasti tergoda…

 

Cinta yang abadi hanya ada jika membuat diri bahagia…

Pada Allah saja…

 

Sabtu, 15 Maret 2008

Doaku hari ini..

YA ALLAH. . .

Berilah aku kesabaran. . .

            Dengan menyayangi bila ada benci. . .

            Dengan memaafkan bila ada salah. . .

            Dengan menebalkan iman bila ada keraguan. . .

            Dengan memberi harapan bila ada putus asa. . .

            Dengan membahagiakan bila ada duka. . .

 

Berilah aku kelapangan dada. . .

            Agar aku tidak minta dihibur tapi menghibur. . .

            Tidak minta dimengerti tapi berusaha mengerti. . .

            Tidak untuk dicintai tapi mencintai. . .

 

Sebab, dengan memberi aku menerima. . .

            Dengan memaafkan aku akan dimaafkan. . .

            Dan dengan ketabahan aku akan menemukan

            KETENANGAN JIWA YANG SEJATI. . .

 

 

 

Original poem by almarhumah Yunningsih Sukaryansih, semoga ALLAH melindungi dan menyayanginya

Futuur (penurunan iman, red)

Saat hatiku gundah

Saat hatiku resah

dan jiwaku mulai kehilangan arah. . .

 

Saat iman yang biasa menopang kini mulai memudar. . .

Saat ketaqwaan yang biasa menahan kini mulai terurai. . .

 

Beribu tanya menyeruak dalam benakku

Ada apakah denganku saat ini. . .

 

Ku coba tuk mencari jawaban atas pertanyaan yang memenuhi benakku. . .

Berjalan aku mencari arah. . .

 

Kuhampiri karibku, coba berbagi rasa hatiku

tapi kalbu yang sering bolak-balik ini berbisik. . .

"ah.. kayaknya kurang tepat"

 

Kuhampiri orang tuaku. . .

tapi apa yang kudapat?

memang terasa sejenak. . .

tetapi kembali setelah beberapa saat

 

Ada apakah denganku saat ini. .

Ada apakah dengan hatiku saat ini. .

Iman, ketaqwaan, kenapa kalian pergi. .

Di saat hatiku merasa ingin ditemani. .

 

Ku berjalan dalam kegelapan malam

coba perbaiki hatiku yang kelam

tapi apa yang ku dapat? apakah manfaat?

 

Tapi di ujung jalan ku melihat

secercah cahaya kemilau terdapat

cahaya yang penuh manfaat

yang dapat membawaku ke syafaat

untuk bekalku kelak di akhirat

 

"Ya.. itu yang ku cari"

"Ya.. itu yang ku damba"

"Sungguh.. itu yang ku inginkan"

 

Bergegas ku menghampirinya

langkah kakiku ringan terasa

 

"Ya.. kutemukan di keheningan malam"

"dan ku yakin.. itulah jawaban"

"itulah jawaban dari beribu pertanyaan dalam benakku.."

"ada apakah denganku saat ini"

 

"ya.. Quran sebuah jawaban"

"di saat iman dan ketaqwaan meredup.."

 

kurasakan sebuah perubahan..

bertambahnya keimanan..

berseminya ketaqwaan..

 

Hati yang mulai menampakkan senyuman..

dan jiwa yang kembali benar dalam berjalan..

dan timbullah sebuah harapan..

 

"SEMOGA IMAN DAN TAQWA SELALU MENGHIASI SETIAP PERBUATAN"